25 Februari 2016 | By Artotel Hotel- Jakarta,

HARAPAN BARU UNTUK FASHION INDONESIA



Semua terjadi untuk sebuah alasan! Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua yang terjadi pasti ada maknanya, dan makna positif dari kejadian-kejadian yang memaksa kami 118 anggota keluar dari APPMI karena perbedaan visi dan misi yang sangat tajam. Tidak dipungkiri meninggalkan APPMI adalah keputusan yang berat dan melalui proses yang panjang dan melelahkan yaitu sejak dari terselenggaranya MUNAS APPMI pada bulan mei tahun 2015 hingga kemudian kami menyatakan mundur dari keanggotaan pada tanggal 17 November 2015. Meskipun  Pengurus Pusat APPMI terdahulu telah begitu banyak member kontribusi melahirkan berbagai program kegiatan yang mumpuni dan memberikan dampak positif yang besar bagi kesejahteraan industri mode indonesia pada umumnya serta kepada asosiasi pada khususnya, Namun sebuah keputusan harus diambil untuk menentukan sikap kemana tempat berkarya dan melakukan sumbangsih kepada masyarakat dengan naungan tempat yang nyaman,akhirnya semangat kebersamaan kami untuk terus berkreasi bermuara pada terbentuknya Indonesian Fashion Chamber (IFC). Sebuah asosiasi fashion dengan kacamata baru, yang dipercaya mampu membangun pondasi lebih kokoh bagi industri mode Indonesia.

Indonesian Fashion Chamber (IFC) dibentuk dengan tujuan memfasilitasi desainer dan pengusaha bidang mode yang terkait, untuk memperkuat fondasi demi kemajuan industri mode secara nasional dan dalam peta internasional. IFC juga menjadi partner pemerintah untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat (inspirasi) mode dunia. Bertumpu pada strategi penguatan branding dan inovasi, pengembangan akan difokuskan pada research development, capacity buiding, dan terutama pengembangan bisnis. Hal tersebut telah kami mulai dengan kegiatan dan program IFC yang bersinergi dengan Badan Ekonomi Kreatif , Kementerian Perindustrian , Kementerian Perdagangan ,Kementerian Koperasi & Usaha Kecil Menengah, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan & Kebudayaan dalam bentuk program dari hulu ke hilir yaitu salah satu contohnya adalah pameran mode akbar INTERNATIONAL ETHICAL ETHNIC FASHION yang akan di gelar November mendatang,dimulai dari kesadaran akan kekuatan lokal, spirit menghargai perajin dengan manaikkan kelasnya menjadi Textile Designer, program ini akan kerjasama dengan pemda, dekranas dan disperindag untuk melakukan  pendampingan pada product developmentdanmenggerakan kelompok kerja di daerah setempat hingga sampai pemasarannya, jadi programnya tidak sekedar membuat acara pameran saja akan tetapi menjadi proses yang berkelanjutan hingga pada akhirnya membentuk hasil kerja jaringan agar hasilnya sustainable(berkelanjutan)

Mewujudkan Indonesia sebagai Pusat Mode Busana MuslimDunia, salah satu upaya yang dilakukan IFC adalah dengan menyelenggarakan pameran mode yaitu MUSLIM FASHION FESTIVAL INDONESIA yang akan di perhelatkan pada akhir bulan Mei 2016 dengan mempersembahkan Show Trend Busana Muslim 2017, Fashion Show , Seminar , Workshop, Exhibition yang di ikuti lebih dari 400 brand dari UKM/IKM dan garment , serta lebih dari 200 designer busana muslim

Sebagai usaha untuk menguatkan branding dan bisnis bagi para desainerdibuatlah pameran retail yang diadakan setiap bulan selama 1 tahun bertajuk FASHION TUESDAY MARATHON bekerjasama dengan Cilandak Town Square (Citos)

Tidak berhenti disitu saja event lainnya adalah Ramadhan Fashion Weekdays , Jogja Fashion Week, Lost in Bali dan Women’s Week.

Adapun program pameran dagang yang berorientasi pada B2B di pasar International, IFC akan mengikuti sejumlah pameran dagang di sejumlah negara yaitu Hongkong Fashion Week , Asia’s Premier Fashion (Centerstage)-Hongkong, Who’s Next Paris, Istambul Modest Fashion Week - Turkey, Mercedes Benz Fashion Week - Australia, Premiere Vision - Paris, Chic Shanghai - China, Magic Show – Las Vegas. Tak sekedar itu di tanggal 28-29 May 2016 bertempat di Potter’s Field Park London-UK, IFC turut serta membantu pemerintah dalam diplomasi ekonomi & budaya guna menaikkan target kunjungan pariwisata  akan digelar event INDONESIAN WEEKEND yaitu sebuah acara yang mengangkat 5 unsur : Makanan (kuliner), Musik , Fashion , Travel , Kebudayaan yang dikemas dengan Local inspiration with contemporary spirit

Sebagai sebuah organisasi, IFC dibangun dengan semangat kebersamaan, penyatuan ide, dan konsep dituangkan dalam berbagai program serta kegiatan untuk tujuan bersama. Bukan hanya bagi internal organisasi tetapi bermakna bagi keseluruhan pelaku industri mode dan masyarakat. Kerjasama juga dibangun dengan bidang ekonomi kreatif lain, di antaranya bersinergi dengan kelompok desain lain membentuk Indonesia Trend Forecasting, membawa inspirasi indonesia sebagai tawaran untuk produk gaya hidup global. IFC juga terpilih sebagai salah satu perumus INDONESIA MUSLIM FASHION COUNCIL yang diwakili oleh Taruna K. Kusmayadi bersama dengan Diajeng Lestari (CEO of Hijup.com) dan Khairiyyah Sari, Selain itu IFC juga berkiprah dalam bidang pendidikan dan riset yaitu membantu pemerintah dalam merumuskan Standarisasi Size (ukuran busana siap pakai) untuk acuan seluruh industri pakain dalam negeri , Fashionpreneur Incubator, membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), program pelatihan berstandar SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) serta membantu memberikan masukan silabus pengajaran pada mata pelajaran  pendidikan SMK Tata Busana diberbagai daerah di Indonesia

Bagaiamana IFC di usia nya yang baru 3.5 bulan berdiri bisa melakukan banyak hal? jawabannya IFC adalah asosiasi yang beranggotakan para praktisi fashion dari berbagai bidang. Selain fashion desainer (busana dan aksesori) dari seluruh penjuru Indonesia, ada juga pendidik dan praktisi media& praktisi event organizer fashion .Penasehat IFC adalah Eric Tuapattinaya-Komisaris Trinaya Media, Susan Budihardjo-pemilik LPTB Susan Budihardjo, Taruna K. Kusmayadi – Indonesia Muslim Fashion Council, Afif Syakur dan Dina Midiani-senior fashion desainer. National Chairman- Ali Charisma adalah salah satu desainer unggulan Indonesia yang karyanya tersebar di banyak Negara. Lisa Fitria sebagai Sekretaris Nasional  yang memiliki pengalaman di bidang industri textile & garment lebih dari 15 Tahun , Monika Jufry-desainer busana muslim yang mumpuni dalam strategi bisnis retail sebagai Bendahara Nasional, Irna Mutiara-desainer busana muslim yang memilik dedikasi terhadap dunia pendidikan menjabat sebagai Vice Chairman Education & Research Development. Ferry Sunarto- salah satu desainer kebaya terbaik di Indonesia juga menjabat sebagai Vice Chairman Business Development yang dibantu dua wakilnyaTono Raharja founder Weddingku.com sebagai Deputy E-Commerce dan Dwi Iskandar sebagai Deputy International Market, dan desainer Sofie untuk Deputy Local Market , Untuk mengurus bidang keorganisasian ditunjuk Lia Mustafa sebagai Vice Chairman Intern Organization dan Wignyo Rahadi sang maestro tenun terpilih menjadi Vice Chairman Institution Relation untuk menjembatani hubungan antar kelembagaan dengan berbagai pihak,  Menjabat sebagai Vice Chairman MarComm, Public Relatioan adalah Lenny Agustin , dengan dibantu 3 wakilnya Oka Diputra (Deputy Media Relation), Putu Aliki (Deputy Digital/Social Media),IFC juga memiliki pengurus yang saat ini berdomisili di luar negeri (Turki) yaitu Franka Soeria sebagai Deputy Public Relatioan pada bidang International Relation. Franka aktif dalam dunia busana muslim global dan saat ini menjabat juga sebagai International Director Islamic Fashion & Design Council dan Modanisa.com.

  • IFC memiliki 11 chapter yang tersebar di berbagaikotaantara lain ada di Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Medan, Padang, Makassar, Pontianak dan Banda Aceh. IFC kedepannyajugaakanmembukacabang di kota yang lain diantaranyaMalang, Solo, Pekalongan, Mataram, Flores, Palembang, Lampung, Pekanbaru, Banjarmasin, Manado

Mulai bulan Januari – Maret 2016 , IFC membuka pendaftaran anggota baru dengan persyaratannya yaitu Desainer Fashion, Aksesoris, Textile atau Pengusaha Mode, berdomisili di Indonesia , memiliki badan usaha terdaftar di Indonesia , mengikuti seleksi dari tim kurator IFC, bersedia dan berkontribusi dalam keorganisasian, direkomendasi minimal 2 anggota  IFC. Dalam hal penerimaan anggota baru IFC menekankan kepada kemampuan calon anggota dalam hal kreatifitas yang mampu menciptakan trend pasar dan memiliki kapasitas produksi memadai serta business plan yang kuat karena kedepannya desainer IFC harus mampu menjadi ujung tombak yang dapat menciptakan lapangan kerja padat karya dalam mata rantai ekosistem mode.

 

Mari kita melangkah bersama utk membuktikan bahwa dengan kreativitas dalam kebersamaan, Indonesia akan mampu mencapai visinya menjadi negara sejahtera, diantara salah satu penyumbang terbesarnya dari subsektor industri mode yang kini dengan tulus sedang kami perkuat fondasinya dari mulai hulu ke hilir, tentunya butuh kolaborasi dan dukungan banyak pihak, tidak hanya pemerintah, swasta dan akademisi,namun peran media cukup besar untuk dapat membantu mendorong terwujudnya Indonesia Menjadi Pusat Mode Dunia.

Togetherness in creativity, Indonesian Fashion Chamber sebagai bagian dari masyarakat ikut memikul tanggung jawab membangun negeri.

Kontak

Sdr. Oka Diputra (+62 812-1860-5630)

Deputy of Marcomm, Media Relation

info@indonesianfashionchamber.or.id

www.indonesianfashionchamber.or.id

LATEST NEWS

01/01/2015

LOREM IPSUM DOLOR SIT

Read More
01 Agustus 2015

Press Release INDONESIAN FASHION CHAMBER

Read More
28 - 29 MAY 2016

“INDONESIAN WEEKEND” Promosikan Budaya Indonesia di London

Read More
25 Februari 2016

HARAPAN BARU UNTUK FASHION INDONESIA

Read More